Teman-teman suka makan produk organik? Misalnya padi organik, sayuran organik, dll… pernah coba? Nah, kalau teman-teman suka atau pernah mencoba produk organik, mungkin produk pertanian yang teman-teman konsumsi itu ditumbuhkan dengan bantuan pupuk hayati.

Wheww.. apa sih pupuk hayati? sama gak dengan pupuk organik? Nah, sebenernya baik pupuk organik ataupun pupuk hayati itu masih sebangsa dan setanah air..he..he.. mereka sama-sama pupuk nonartifisial (artifisial –> pupuk kimia/anorganik) dengan bahan penyusun yang mirip-mirip.

Yah.. ada sedikit bedanya sih.. gini loh..

Pupuk Organik
– Terdiri atas bahan organik dan organisme.
– Fungsi organisme untuk mendekomposisi bahan organik.
– Dekomposisi ini sesungguhnya bisa berjalan tanpa organisme, hanya saja waktunya menjadi lama. Dekomposisi bahan organik tanpa organisme memakan waktu hingga tiga bulan atau lebih, sedangkan dengan melibatkan organisme dekomposisi butuh hanya dalam hitungan hari.

oh iya, btw dekomposisi itu artinya kurang lebih penguraian bahan-bahan organik menjadi unsur-unsur yang diperlukan tanaman. Misalnya N, P, dan unsur hara.

Jadi, pada pupuk organik tujuannya adalah bahan organik yang terdekomposisi

kalo pupuk hayati…

Pupuk Hayati
– Terdiri atas organisme (biasanya sih mikroorganisme). Organisme ini berfungsi sebagai agen yang membantu tanaman memunculkan unsur hara, misalnya dengan menambat N dari udara atau melepaskan P dari tanah.
– Tanah sesungguhnya kaya akan unsur hara, tetapi unsur hara yang tersedia (siap “dibeli” tanaman) besifat terbatas, sehingga unsur hara yang disimpan “di gudang” perlu di”lepas”kan terlebih dahulu agar bisa “dibeli” tanaman.  Nah, peran mikroorganisme adalah membuat hara itu semakin tersedia bagi tanaman.

Pada pupuk hayati ini tujuannya adalah mengembangbiakan makhluk yang Hayat (hidup — dari bahasa Arab ya)/organisme, dan sebenernya sih, pada pengembangan pupuk hayati ini si organisme yang ingin dikembangbiakan juga perlu bahan2 organik untuk bisa melipatgandakan jumlahnya…

nah loh.. jadi mirip2 kan.. silakan bingung. he..he.. 😛

oke deh… ssst… saya kabarkan rahasianya,, ternyata penggunaan pupuk hayati di lapangan dikabarkan mampu meningkatkan jumlah hasil produksi sekaligus meningkatkan kualitasnya juga loh.. hmm ternyata powerfull juga ya.

masih penasaran sama manfaatnya pupuk hayati.. mudah2an nanti bisa disambung lagi ya.. bubbye dulu untuk sekarang…